Marine Engineering | Shipbuilding Institute of Polytechnic Surabaya

Nama ME Dibawa Menuju LKTI Mahasiswa Tingkat Nasional

aaaa

 

            Surabaya, baru saja selesai diselenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional dalam bidang Innovation of Animal Science Competition. Acara yang digelar oleh Fakultas Peternakan Brawijaya Malang ini melaksanakan finalnya pada 12-13 Mei kemarin.

            Salah satu mahasiswa Marine Engineering yang tertarik berpartisipasi pada acara ini yaitu Ayu Rossa Agustin Nursavy, yang dimana ia tidak sendirian namun ditemani dengan Ega Sepfriansyah Avianto dan Egi Sepfriansyah Avianto dari program studi Teknik Perpipaan. Mereka bertigalah yang membawa nama PPNS di ajang tingkat nasional ini. Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan abstrak mengenai inovasi yang tim mereka miliki. Setelah proses yang cukup panjang, tim PPNS mampu menembus daftar finalis dan tepat setelah pengumuman, tim PPNS mulai melakukan proses pembuatan alat dalam skala kecil.

            Seperti apa alatnya? Bagaimana Sistemnya? Sebelumnya kita perlu tahu terlebih dulu, karena acara ini dibentuk oleh mahasiswa dari Fakultas Peternakan, maka KTI pun harus berhubungan dengan peternakan. Namun hal tersebut tak menghentikan mereka berkarya dan berinovasi. Dan yang mereka lakukan adalah mencari cara bagaimana dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dari jurusan Teknik Permesinan kapal untuk masyarakat di bidang peternakan.

            “OLPI” yaitu Olah Limbah Pintar Bagi Peternak Ayam, judul karya tulis yang membawa mereka menenteng gelar Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional dalam bidang Innovation of Animal Science Competition. OLPI sendiri merupakan sebuah upaya pemanfaatan limbah sebagai program CSR (Corporate Social Responsibility) dalam penyediaan suhu hangat bagi peternakan ayam. CSR atau Tanggungjawab Sosial Perusahaan merupakan peraturan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan salah satu caranya yaitu menjaga lingkungan.

            Ayu, Ega, dan Egi menjadikan Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai sasarannya. Limbah PLTU memiliki suhu sebesar 40 derajat celcius, dan tentu saja pembuangan langsung ke badan atau muka sungai dilarang oleh pemerintah. Namun dengan teknologi yang tim mereka kembangkan limbah tersebut akan dialirkan ke dalam OLPI dimana di dalamnya telah terdapat pipa-pipa yang dialiri suhu ruangan menggunakan blower atau fan, suhu ruangan inilah yang akan menyebabkan pertukaran panas dengan limbah PLTU dan keluaran yang dihasilkan merupakan udara suhu hangat yang akan dialih fungsikan sebgai media pengeraman telur ayam, dan juga limbah tersebut karena telah diturunkan suhunya, membuatnya berada pada zona aman untuk dibuang langsung ke sungai.

            Dan inilah pesan-pesan dari Tim PPNS

  • Ayu Rossa Agustin Nursavy : Terus berusaha dan mencoba hal-hal yang baru, selama itu baik dan membanggakan, kenapa tidak? Maju dan banggakan almamater kita.
  • Egi Sepfriansyah Avianto : Terus semangat, selalu antusias karena kita harus malu melihat sebagian orang yang memiliki kondisi kurang sempurna namun lebih semangat dan lebih bermakna dari kita
  • Ega Sepfriansyah Avianto : Punyalah niat tulus selalu untuk memajukan teknologi bangsa, Insha Allah akan ada balasannya. (je/b6/me)

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>