Ayo Masuk ke Kampus ini, bagi Kamu yang Ingin Mengenal Lebih Dalam Dunia Kemaritiman.

Gambar 1.1 Tampak Depan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Indonesia adalah negara kepulauan dengan 2/3 wilayahnya adalah air. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk memajukan maritimnya. Luasnya lautan Indonesia dapat dilihat dari adanya garis pantai di hampir setiap pulau di Indonesia (kurang lebih 81.000 kilometer). Dilansir dari situs Perusahaan Umum Perikanan Indonesia, dengan memiliki luas lautan menjadikan Indonesia menempatu urutan kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kejutan ini yang merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia di bidang maritim.

Karena Indonesia memiliki potensi di dunia maritim yang sangat besar, maka tidak ada salahnya jika kalian mengenal kampus yang bergerak di dunia maritim. Salah satunya adalah Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, sebagai satu-satunya kampus di Indonesia yang bergerak 100% di dunia kemaritiman. Kampus yang terletak di Jalan Teknik Kimia ITS ini  memiliki 11 Jurusan yang semuanya satu garis tujuan dengan dunia kemaritiman.

Dalam segi sarana dan prasarana, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya berupaya penuh dan bersinergi dalam menunjang fasilitas mahasiswanya untuk meningkatkan skill dan kemampuan yang akan dibutuhkan di industri kemaritiman di Indonesia.

Gambar 2.1 Bengkel Konstruksi PPNS

Cikal bakal berdirinya Politeknik Perkapalan adalah adanya Program Non Gelar PAT (Pendidikan Ahli Teknik) ITS Jurusan Teknik Perkapalan tahun 1979 yang berkampus di Jalan Basuki Rachmad Surabaya. Perubahan struktur organisasi yang berlaku bagi Universitas/ Institut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980, Peraturan Pemerintah No.27 tahun 1981 dan Keputusan Presiden No.58 tahun 1982 mengakibatkan Program- program Non Gelar tadi pada tahun 1982 dikelompokkan menjadi Fakultas Non Gelar Teknologi, yang didalamnya memiliki Jurusan Teknik Perkapalan.

1979198219861987199620122014
Program Non Gelar, di Jurusan Teknik Perkapalan ITSFakultas Non Gelar Teknik di ITSPoliteknik Perkapalan – ITS berdiri dengan bantuan World BankPenerimaan Pertama Mahasiswa Baru (masih tergabung dengan ITS)Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS – ITS)Penerimaan mahasiswa baru pertama secara mandiri oleh PPNSPPNS resmi menjadi institusi mandiri
Tabel 1.1 Perjalanan PPNS

PPNS selalu siap dalam menghadapi persaingan global dan terus berbenah untuk menangkap peluang yang ada. Oleh sebab itu pengembangan SDM terus dilakukan, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan melalui pelatihan dan studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi (S3). Peremajaan peralatan laboratorium, penambahan gedung kuliah, penambahan dan pembenahan sarana dan prasarana gedung kuliah juga dilakukan untuk menjawab kebutuhan “stake holder” akan kualitas lulusan.

Hal tersebut di atas dapat dilakukan karena PPNS selalu memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI) untuk mengikuti Program Hibah Kompetisi (PHK) dan beberapa Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Beberapa Program Hibah Kompetisi yang diperoleh Politeknik Perkapalan antara lain: TPSDP (Technological and Professional Skills Development Sector Project), INHERENT (Indonesian Higher Education Network), IMHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevancy & Efficiency) dan PEDP (Polytechnic Education Development Project). PPNS juga mendapat kepercayaan dari beberapa perusahaan maupun instansi pemerintah dan BUMN untuk melakukan kerjasama terkait dengan peningkatan kualitas dan kompetensi SDM. PPNS juga memberi sumbangan besar bagi dunia kemaeritiman Indonesia dengan menyusun Standar Kompetensi Nasional bidang Perkapalan.

Dalam segi prestasi, PPNS juga tidak mau kalah dari kampus lainnya. Banyak kompetisi yang dimenangkan oleh mahasiswa PPNS, yang mengindikasikan bahwasanya Mahasiswa PPNS pun juga berkompeten dan memiliki kemampuan untuk bersaing di segi akademik dengan kampus besar lainnya.

Dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) atau Roboboat 2019 contohnya. PPNS berhasil menyabet Juara 1 pada 2 kategori (dari total 3 kategori) dan juga meraih Best Design dan Fun Race.

Tim PPNS menerjunkan 3 tim untuk 3 kategori untuk kompetisi ini. Ketiga jenis kapal ini memiliki bentuk dan desain yang berbeda disesuaikan dengan kapasitas mesinnya, kebutuhan untuk manuvernya, dan kebutuhan untuk kecepatannya. Misalnya Kapal Aeroships untuk kategori autonomous, kapal sengaja didesain dengan catamaran agar mampu menampung mesin penggerak dan juga aplikasi otamasi di dalam kapalnya.

Gambar 1.3 PPNS Berhasil Menjuarai KKCTBN

Dengan semua yang dipaparkan diatas, PPNS berupaya untuk mengembangkan diri menjadi Politeknik unggul bereputasi global dengan membangun masyarakat akademis berkualitas yang mampu berkompetisi secara global.

Jadi, untuk kalian yang masih bimbang dengan pilihan kampus yang akan kalian tuju nantinya, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dapat menjadi salah satu pilihan untuk kalian berlabuh meniti jalan akademis kalian. Terlebih lagi untuk kalian yang memiliki ketertarikan atau passion  di dunia kemaritiman.

Sumber bacaan : dikutip dari PPNS.ac.id dengan penggubahan seperlunya

Sumber gambar : ppns.ac.id

Penulis : Al Farrel Ghazali

Editor : Danisy Yusuf Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *